Senin, 06 Juni 2016

Pengertian dan sejarah ateisme

          Ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak mempercayai dan meyakini adanya Tuhan. Orang yang tidak percaya adanya Tuhan disebut Ateis.
        Istilah ateis berasal dari bahasa Yunani (atheos), yang artinya merujuk kepada siapapun yang kepercayaannya bertentangan dengan agama. Orang yang pertama kali mengaku sebagai "ateis" muncul pada abad ke 18. Pada zaman sekarang, sekitar 2,3 % populasi dunia mengaku sebagai ateis, jika 11,9 % mengaku sebagai nonteis. sekitar 65 % orang Jepang mengaku sebagai ateis, agnostik, ataupun orang tak beragama, dan sekitar 48 % di Rusia.
          Banyak ateis bersikap skeptis kepada keberadaan fenomena paranormal karena kurangnya bukti empiris. Pada kebudayaan barat, ateis seringkali diasumsikan sebagai tak beragama. Namun beberapa sistem kepercayaan seperti agama Budha Theravada tidak memiliki kepercayaan terhadap tuhan, dan agama tersebut juga disebut sebagai ateistik. 
            Pada tahun 1772 Baron d'Holbach mengatakan bahwa ''Semua anak-anak dilahirkan sebagai ateis, karena mereka tidak tau akan Tuhan." George H. Smith (1979) juga mengatakan bahwa "Orang yang tidak kenal dengan teisme adalah ateis, karena ia tidak percaya pada tuhan. Pendapat ini dapat dikatakan menjadi sebuah dasar munculnya ateis. tetapi dikarenakan orangtua mereka mempunyai agama, maka pandangan ateis terhadap anak tersebut menjadi hilang dikarenakan anak tersebut mengikuti apa yang diyakini orangtuanya. "Fernanda Eko Aprilianto''. 
             Francis Jacob mengatakan "Sedikit pengetahuan menjadikanmu seorang ateis, pengetahuanmu yang mendalam menjadikanmu beriman kepada tuhan." Dari pernyataan tersebut maksudnya adalah bahwa semua yang dilakukan oleh masing-masing orang adalah tergantung pada keimanannya masing-masing. apabila iman lemah maka ia akan mendapatkan kedamainan yang salah, apabila iman kuat maka ia akan mendapatkan ketenangan dan kedamain kepada Tuhan (Allah SWT).

Sabtu, 07 Mei 2016

Nama-nama surga dan neraka beserta penghuninya


SURGA

1. SURGA FIRDAUS
Surga yang diberikan untuk orang yang khusyuk menjalankan sholatnya, menjauhkan diri dari perbuataan sia-sia, aktif menunaikan zakat, menjaga kemaluannya, menyampaikan amanah, menepati janji, dan memelihara sholatnya. Dalam Al-Qur’an terdapat pada surah Al Kahfi ayat 107 dan juga surah Al Mu’minuun ayat 1-11.

2. SURGA ‘ADN
Surga yang diperuntukkan bagi orang yang bertakwa kepada Allah (An Nahl : 30-31), benar-benar beriman dan beramal shaleh (Thaha : 75-76), banyak melakukan perbuatan baik (Fathir : 32-33), sabar, menginfaqkan hartanya dan membalas kejahatan dengan kebaikan (Ar-Ra’ad : 22-23).
3. SURGA NAIM
Surga yang diperuntukkan bagi orang-orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah dan beramal shaleh. Dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (Luqman ayat 8) dan (Al Hajj ayat 56).
4. SURGA MA’WA
Surga yang diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah (An Najm : 15), beramal shaleh (As Sajdah : 19), serta takut kepada kebesaran Allah dan menahan hawa nafsu (An Naziat : 40-41).
5. SURGA DARUSSALAM
Surga yang diperuntukkan bagi orang yang kuat imannya dan Islamnya, memperhatikan ayat-ayat Allah serta beramal shaleh. Sebagaimana firman Allah Swt, “Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal sholeh yang selalu mereka kerjakan. ” (QS. 6 :127).
6. SURGA DARUL MUQAMAH
Surga yang diperuntukkan bagi orang yang bersyukur kepada Allah. Kata Darul Muaqaamah berarti suatu tempat tinggal dimana di dalamnya orang-orang tidak pernah merasa lelah dan tidak merasa lesu. Tempat ini diperuntukkan kepada orang-orang yang bersyukur sebagaimana yg disebutkan di dalam surat (Faathir ayat 35).
7. SURGA AL-MAQAMUL AMIN
Surga yang diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa. "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman" (Ad Dukhan ayat 51).
8. SURGA KHULDI
Surga yang diperuntukkan bagi orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya (orang-orang yang bertakwa). Katakanlah: “Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa?” dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?” (Al Furqaan ayat 15).



NERAKA

1. NERAKA HAWIYAH
Diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya, yaitu mereka yang selama hidup di dunia mengerjakan kebaikan bercampur keburukan. Orang muslim laki-laki maupun perempuan yang perbuatan sehari-harinya tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka Hawiyah sebagai tempat tinggalnya. Mereka ini yaitu orang yang tidak mau menerima syariat Islam, tidak mau memakai jilbab (bagi wanita), memakai sutra dan emas (bagi lak- laki), mencari rejeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan lain sebagainya. Dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (Al-Qori’ah ayat 8-11).

2. NERAKA JAHIM
Adalah neraka sebagai tempat penyiksaan atas orang-orang musyrik atau orang-orang yang menyekutukan ALLAH, maka sesembahan mereka akan datang untuk menyiksa mereka. Orang yang di dunia menyembah sapi (bangsa Hindu) maka sapi yang akan menyiksa orang itu. Orang yang menyembah patung berbentuk hewan, maka patung itu yang akan menyiksanya. Dan demikian selanjutnya. Syirik disebut sebagai dosa yang paling besar menurut ALLAH, karena syrik berarti mensekutukan ALLAH atau menganggap ada mahluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat ALLAH. Syirik dapat pula berarti menganggap ada Tuhan lain selain ALLAH. Dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (As-Syu’araa ayat 91) dan (Surah As-Saffat).

3. NERAKA SAQAR
Adalah tempat untuk orang-orang munafik, yaitu orang-orang yang mendustakan (tidak mentaati) perintah ALLAH dan Rasulullah. Mereka mengetahui bahwa ALLAH sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tetapi mereka meremehkan syariat (hukum) Islam. Maka dibakar dalam api adalah hukuman untuk mereka. Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surah (Al-Muddatsir ayat 26-27, 42).

4. NERAKA LAZZA
Neraka yang bergejolak apinya dan mengelupaskan kulit kepalanya. (QS: Al Ma´aarij ayat 15-18).

5. NERAKA HUTHAMAH
Disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang-orang miskin. Mereka berpaling dari agama, tidak mau bersedekah dan tidak mau pula membayar zakat. Mereka juga memasang wajah masam apabila ada orang miskin yang meminta bantuan. Maka ALLAH membalas dengan menyiksa mereka dengan cara menguliti dan mengelupaskan kulit muka mereka. Serta membakar mereka semau yang ALLAH mau. Neraka ini disediakan untuk gemar mengumpulkan harta berupa emas, perak atau platina, mereka serakah tidak mengeluarkan zakat hartanya dan mencela menghina orang-orang miskin. Maka di Huthamah harta mereka dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksa kepada manusia pengumpat pengumpul harta. Dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (Al-Humazah).

6. NERAKA SAIR
Diisi oleh orang-orang kafir serta orang yang memakan harta anak yatim. Kafir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar atau menolak. Sehingga kafir dapat diartikan menolak adanya ALLAH atau dengan membantah perintah ALLAH dan Rasul-NYA. Jadi manusia kafir itu terdiri dari : Orang yang tidak beragama Islam atau orang yang tidak mau membaca syahadat. Orang Islam yang tidak mau shalat. Orang Islam yang tidak mau puasa. Orang Islam yang tidak mau berzakat, di dalam Al-Qur’an terdapat pada (An-Nisa’ ayat 10), (Al-Mulk ayat 5,10,11).

7. NERAKA WAIL
Disediakan untuk para pengusaha dan pedagang yang culas, mengurangi timbangan, mencalo barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat. Maka dagangan mereka dibakar dan dimasukkan ke dalam perut mereka sebagai azab atas dosa-dosa mereka (Surah At-Tur). Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surah (Al-Muthaffifin ayat 1-3).

8. NERAKA JAHANAM 
Neraka tempat penyiksaan itu kemudian banyak disebut orang dengan nama jahanam. Neraka yang paling dalam dan berat siksaannya. Al-Qur’an surah (Al Hijr ayat 43-44). “Bahwasanya orang-orang kafir dan orang aniaya itu tidak akan diampuni Allah, dan tidak pula ditunjuki jalan, melainkan jalan ke Neraka Jahannam. Mereka kekal dalam neraka itu selama-lamanya. Yang demikian itu mudah sekali bagi Allah” (An-Nisa : 169)


Allah menurunkan penyakit juga menurunkan obat

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam shahihnya, dari shahabat Abu Hurairah  bahwasanya Nabi Muhammad Saw.,  bersabda :
مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شَفَاءً
“Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya.”

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah  dia berkata bahwa Nabi  Muhammad Saw., bersabda :
لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)

Sementara itu dalam musnad Imam Ahmad disebutkan hadits dari Ziyad bin Ilaqah, dari Usman bin Ilaqah, dari Usama bin Syuraik diriwayatkan bahwa ia menceritakan ”Suatu saat aku sedang berada bersama Rasulullah Saw, tiba-tiba datanglah beberapa lelaki badui. Mereka bertanya ”Wahai Rasulullah, apakah kami boleh berobat?”
Beliau menjawab : ”Betul hai para hamba Allah sekalian, silahkan kalian berobat! karena setiap Allah menciptakan penyakit, pasti Allah juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja”. Mereka bertanya : ”Penyakit apa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab. ”Penyakit tua”.


Dalam Musnad As-Sunan diriwayatkan dari Abu Khuzamah ia menceritakan : ”Aku pernah bertanya : ”Wahai Rasulullah Saw apakah engkau membolehkan kami melakukan Ruqyah (pengobatan dengan Al-Qur’an) atau melakukan pengobatan, atau melakukan imunisasi? apakah itu dapat merubah takdir Allah?” Beliau Menjawab : ”Justru semua itu termasuk takdir Allah”.

Hadits-hadits di atas menunjukan adanya peringatan terhadap orang-orang yang menolak kenyataan tersebut, ”setiap penyakit pasti ada obatnya”. Artinya bisa bersifat umum sehingga termasuk di dalamnya penyakit-penyakit yang mematikan dan berbagai penyakit yang oleh kaum medis sudah divonis tidak ada obatnya. Padahal Allah Swt, telah menurunkan obat-obatnya untuk penyembuhan penyakit-penyakit tersebut. Akan tetapi manusia belum mampu menemukan obat dari penyakit tersebut atau Allah Swt, belum memberikan petunjuk kepada manusia untuk menemukan obat dari penyakit tersebut.
 
Kesimpulannya adalah selama hidup kita diwajibkan berusaha/berikhtiar untuk suatu apapun sesuai hajat hidup. Termasuk ikhtiar mengobati penyakit tidak bedanya kita berikhtiar dan berusaha menjaga kesehatan adalah tuntutan hidup yang wajib dilakukan oleh manusia.

Ilmu Tasawuf (Ilmu Tauhid)

Tassawuf adalah ilmu yang mempelajari bagaimana berperilaku dan meyakini adanya Tuhan (ALLAH SWT). Seorang yang ahli dalam ilmu tassawuf disebut Suffi. seorang Suffi wajib mengamalkan islam, terutama ilmu fiqih, karena tidak ada ilmu tassawuf tanpa didasari ilmu fiqih.

Ada berbagai macam pendapat mengenai penamaan Tassawuf, namun menurut Syech Ahmad bin Muhammad bin Ajibah Al Hasani ada 5 penamaan istilah Tassawuf, sebagai berikut :
1. Tassawuf berasal dari kata SHAFAH yang artinya Bersih atau Jernih.
2. Tassawuf berasal dari kata SHUFAH (Sehelai bulu). Karena suffi bersama Allah diibaratkan seperti 
    sehelai bulu yang terbang tidak memiliki rencana apapun.
3. Tassawuf berasal dari Shufa Al Qafa (Sehelai bulu di punggung). Maknanya seorang suffi itu ringan dan 
    lembut seperti bulu.
4. Tassawuf berasal dari kata SIFAH (Keindahan). Seorang suffi bersifat terpuji dan meninggalkan sifat
    tercela.
5. Tassawuf berasal dari kata SHUFFAH (Koridor) Masjid Nabawi yang menjadi tempat para ahli shuffah,
    karena setiap suffi mengikuti sifat yang telah Allah berikan kepada mereka melalui firmanNya.

Berikut merupakan pendapat mengenai definisi Tassawuf :
1. Syekh Junaid Al Bagdad 
    Tassawuf ialah hendaknya keadaanmu beserta Allah Swt tanpa ada perantara.

2. Syekh Ma'ruf Al Karokhi
    Tassawuf adalah mencari hakikat dan meninggalkan segala sesuatu yang ada pada tangan makhluk.

3. Sahal At Tastury
    Suffi adalah orang yang bersih dari kotoran dan penuh pemikiran sehingga hanya memusatkan pada Allah
    semata.

4. Dzunnun Al Misri
    Tassawuf adalah tidak payah karena mencari dan tidak susah musnahnya milik.

5. Prof. Dr. HAMKA
    Tassawuf adalah membersihkan jiwa dari pengaruh benda atau alam supaya mudah menuju pada Tuhan.

Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya Tassawuf adalah mendekatkan diri seorang hamba kepada Rabnya dengan cara mensucikan diri dan meninggalkan perbuatan tercela sehingga mendapatkan kedudukan yag mulia di sisi Allah Swt.

Sabtu, 30 April 2016

Keutamaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang membaca: “Maha Suci Allah dan aku memujiNya” dalam sehari seratus kali, maka kesalahannya dihapus sekalipun seperti buih air laut.” [1]
وَقَالَ : مَنْ قَالَ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، عَشْرَ مِرَارٍ، كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ أَرْبَعَةَ أَنْفُسٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca: Laailaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘alaa kulli syaiin qadiir, sepuluh kali, maka dia seperti orang yang memerdekakan empat orang dari keturunan Ismail.” [2]
وَقَالَ : كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَـانِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: Subhaanallaah wabi-hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim.” [3]
وَقَالَ : لأَنْ أَقُوْلَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, apabila aku membaca: ‘Subhaanallah walhamdulillaah walaa ilaaha illallaah wallaahu akbar’. Adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit.” [4]
وَقَالَ : ((أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ)) فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ، كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ قَالَ: ((يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ، فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيْئَةٍ))
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan tiap hari?” Salah seorang di antara yang duduk bertanya: “Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)?” Rasul bersabda: “Hendaklah dia membaca seratus tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus.” [5]
مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ، غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِي الْجَنَّةِ.
“Barangsiapa yang membaca: Subhaanallaahi ‘azhiim wabihamdih, maka ditanam untuknya sebatang pohon kurma di Surga.” [6]
وَقَالَ : ((يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ قَيْسٍ أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوْزِ الْجَنَّةِ؟)) فَقُلْتُ: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: ((قُلْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ))
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai Abdullah bin Qais! Maukah kamu aku tunjukkan perbendaharaan Surga?” “Aku berkata: “Aku mau, wahai Rasulullah!” Rasul berkata: “Bacalah: Laa haula walaa quwwata illaa billaah.” [7]
وَقَالَ : أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Perkataan yang paling disenangi oleh Allah adalah empat: Subhaanallaah, Alhamdulillaah, Laa ilaaha illallaah dan Allaahu akbar. Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang mana di antara kalimat tersebut.” [8]
جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ فَقَالَ: عَلِّمْنِيْ كَلاَمًا أَقُوْلُهُ. قَالَ: قُلْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ)) قَالَ فَهَؤُلاَءِ لِرَبِّيْ فَمَا لِيْ؟ قَالَ: قُلْ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ.
Seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, lalu berkata: ‘Ajari aku dzikir untuk aku baca!’ Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: ‘Katakanlah: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah yang banyak. Maha Suci Allah, Tuhan sekalian alam dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana.’ Orang Badui itu berkata: ‘Kalimat itu untuk Tuhanku, mana yang untukku?’ Rasul bersabda: ‘Katakanlah: Ya Allah! Ampunilah aku, belas kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku dan berilah rezeki kepadaku.” [9]
كَانَ الرَّجُلُ إِذَا أَسْلَمَ عَلَّمَهُ النَّبِيُّ الصَّلاَةَ ثُمَّ أَمَرَهُ أَنْ يَدْعُوَ بِهَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَارْزُقْنِيْ.
Seorang laki-laki apabila masuk Islam, Nabi Shallallahu’alaihi wasallam mengajarinya shalat, kemudian beliau memerintahkan agar berdoa dengan kalimat ini: ‘Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku, melindungi (dari apa yang tidak kuinginkan) dan berilah rezeki kepadaku.” [10]
إِنَّ أَفْضَلَ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَأَفْضَلَ الذِّكْرِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ.
Sesungguhnya doa yang terbaik adalah membaca: Alhamdulillaah. Sedang dzikir yang terbaik adalah: Laa Ilaaha Illallaah.” [11]
الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.
Kalimat-kalimat yang baik adalah: “Subhaanallaah, walhamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaah.” [12]
Sumber: Kitab Hisnul Muslim (Kumpulan Do’a dan Dzikir Dari Al Qur’an dan As Sunnah)
Catatan Kaki:
———————————
[1] HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2071.
[2] HR. Al-Bukhari 7/167, Muslim dengan lafazh yang sama 4/2071.
[3] HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2072.
[4] HR. Muslim 4/2072.
[5] HR. Muslim 4/2073.
[6] HR. At-Tirmidzi 5/511, Al-Hakim 1/501. Menurut pendapatnya, hadits tersebut shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya. Lihat pula Shahihul Jami’ 5/531 dan Shahih At-Tirmidzi 3/160.
[7] HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 11/213 dan Muslim 4/2076.
[8] HR. Muslim 3/1685.
[9] HR. Muslim 4/2072. Abu Dawud menambah: Ketika orang Arab Badui berpaling, Nabi n bersabda: “Sungguh dia telah memenuhi kebaikan pada kedua tangannya”. 1/220.
[10] HR. Muslim 4/2073, menurut riwayatnya ada ke terangan: Sesungguhnya kalimat-kalimat tersebut akan mencukupi dunia dan akhiratmu.
[11] HR. At-Tirmidzi 5/462, Ibnu Majah 2/1249, Al-Hakim 1/503. Menurut Al- Hakim, hadits tersebut adalah shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya, Lihat pula Shahihul Jami’ 1/362.
[12] HR. Ahmad no. 513 menurut penertiban Ahmad Syakir, sanadnya shahih, lihat Majma’uz Zawa’id 1/297, Ibnu Hajar mencantumkannya di Bulughul Maram dari riwayat Abu Sa’id kepada An-Nasa’i. Ibnu Hajar berkata: “Hadits tersebut adalah shahih menurut pendapat Ibnu Hibban dan Al-Hakim.

Rabu, 20 April 2016

Hikmah orang sabar menurut islam

Pengertian Sabar

Sabar secara bahasa atau etimologis berasal dari Bahasa Arab, yaitu shabr yang berarti menahan diri, mengendalikan diri. Sedangkan secara istilah atau terminologis sabar ialah sikap menahan atau mengendalikan diri terhadap suatu kejadian tanpa dikuasai oleh hawa nafsu sebagai wujud beriman kepada Allah Swt.

Sabar merupakan sikap yang terpuji karena berkaitan dengan keimanan seseorang, terutama dalam menjalankan perintah agama Islam. Sabar juga termasuk perisai atau penolong seorang mukmin karena tidak setiap orang mampu berbuat sabar terhadap suatu cobaan atau ujian tertentu.

Banyak pemikiran bahwa sabar hanya cukup berdiam saja atau pasrah terhadap suatu hal dengan anggapan Allah akan memberikan yang terbaik.  Tidak cukup dengan itu, apabila seseorang bersabar secara mental, namun dalam hatinya ada keinginan untuk membalas suatu perbuatan yang dilarang maka bukan termasuk dalam kategori sabar. Tetapi lebih kepada perasaan dendam.


Sebagaimana telah diberitahukan dalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 153 yang artinya: ”Wahai orang-orang nan beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang nan sabar”.
Dari ayat tersebut, dapat diambil pelajaran bahwa Allah akan menolong hamba-Nya nan mau bersabar dan shalat, dan menjalankan perintah-perintah Allah. 

Kesabaran ialah sifat nan harus dipupuk secara terus menerus dan harus mengalami berbagai ujian serta cobaan. Tujuannya, agar sifat sabar memperoleh keutamaannya. Karena, sabar itu sendiri memerlukan sikap ikhlas atau rida terhadap ketentuan Allah.
Dengan dibarengi sikap ikhlas dan rida, maka kesabaran akan banyak mendatangkan berbagai hikmah nan agung. Hikmah-hikmah itu dapat dirasakan secara konkret di global ini, ada juga nan baru dirasakan di akhirat kelak.


Hikmah Sabar

1. Hikmah sabar bagi pribadi
Dalam berinteraksi dengan sesama, kita dihadapkan dengan banyak sekali karakter orang nan berbeda-beda. Di antara mereka, tentunya ada nan memiliki karakter keras, temperamental, pemarah, dan lain-lain.
Dalam berteman dengan orang-orang nan memiliki karakter seperti itu, ajaran Islam memerintahkan buat berlaku sabar. Karena dengan kesabaran itulah, kita dapat menghindari adanya percekcokan, perkelahian, dan kemungkaran-kemungkaran lainnya nan dapat terjadi.
Banyak kejadian kerusuhan, tawuran pelajar, perang antarwarga nan dipicu oleh masalah sepele. Misalnya saja sebab tak terima, tak dapat bersabar, ketika diejek temannya atau hal lainnya.
Dengan sifat sabar nan dimiliki, maka teman kita atau orang-orang di sekitar kita akan senang. Akhirnya, kita dapat berteman secara luas tanpa harus takut dimusuhi orang lain.

2. Hikmah Sabar dalam Keluarga
Sebuah keluarga nan serasi atau keluarga sakinah tentu saja merupakan dambaan setiap pasangan suami-istri. Keluarga nan sakinah juga harus dibangun dengan penuh kesabaran. Tanpa kesabaran, rasanya mustahil sebuah keluarga sakinah dapat terwujud.
Di masyarakat kita dapat dijumpai sangat banyak keluarga nan hancur, sebab kedua pasangan suami-istri tak mampu bersabar. Misalnya saja tak mampu bersabar dengan kehidupan perekonomiannya atau tak mampu bersabar dengan kondisi fisik pasangannya.
Bahkan sampai pernah ada kasus, sebab tak bersabar dengan kondisi ekonomi keluarganya, sang ibu tega membunuh anak-anaknya dengan racun, lantas si ibu sendiri melakukan bunuh diri.
Sebuah keluarga nan dipenuhi kesabaran, akan menciptakan rasa penuh afeksi di antara anggota keluarganya. Dan, dengan adanya afeksi inilah, maka keluarga sakinah akan dapat terbangun dengan baik. Itulah salah satu hikmah kesabaran.

3. Hikmah Sabar bagi Masyarakat
Di zaman sekarang ini, banyak sekali tantangan, ujian dan cobaanya. Hal itu menuntut seorang muslim buat selalu monoton bersabar. Bersabar di sini, bukan berarti hanya diam melihat fenomena di masyarakat. Namun sabar ialah bergerak. Bergerak dalam rangka amar makruf nahi munkar.
Sebagaimana perintah Allah dalam Alqur’an surat al-‘Asr ayat 1-3: “Demi masa. Sungguh, manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang nan beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati buat kebenaran dan saling menasihati buat kesabaran”.
Dari ayat tersebut, dapat diambil pemahaman bahwa suatu masyakat akan mengalami kerusakan, apabila masyarakatnya tak saling menasihati buat penegakan anggaran di masyarakat.
Dari keterangan tersebut, maka salah satu hikmah kesabaran nan besar khasiatnya ialah dapat mewujudkan kehidupan nan tenteram di tengah-tengah masyarakat.



Hikmah Sabar dalam Islam
Agama Islam nan diturunkan oleh Allah melalui rasul-Nya, Muhammad Saw., memuat banyak ajaran nan sangat agung. Sabar termasuk ajaran Islam nan harus dimiliki oleh setiap mukmin.
Setelah diterangkan hikmah-hikmah sabar bagi sesama manusia, kemudian hikmah lainnya ialah dalam rangka kita menjalankan perintah agama. Hikmah-himah itu antara lain sebagai berikut.
1. Hikmah Sabar Terhadap Ujian atau Cobaan
Dalam menghadapi cobaan atau ujian dari Allah, kita diperintahkan buat bersabar dan rida. Dengan bekal keridaan itu, maka kita dapat mengharapkan pertolongan dari Allah.
Dengan bersabar, kita juga akan mendapat balasan pahala dari Allah. Dan, ujian Allah kepada hamba-Nya, niscaya akan membawa kebaikan apabila mampu diterima dengan kesabaran.
Kesabaran dalam menghadapi cobaan, juga dapat menunjukkan kadar keimanan seseorang. Dengan keimanannya, maka Allah akan menurunkan pertolongannya buat membantu menyelesaikan musibah atau cobaan nan sedang dihadapi.
Hal ini sinkron janji Allah nan tercantum dalam Alqur’an: ”Wahai orang-orang nan beriman! Mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan sholat. Sungguh Allah beserta orang-orang nan sabar” (Al-Baqarah ayat 153).
Sungguh besar hikmahnya apa nan implisit dalam ayat tersebut. Salah satu hikmah nan dapat diambil ialah Allah akan menolong dan akan mengabulkan do’a hamba-Nya nan mampu bersabar. Di saat mendapat ujian atau cobaan, Allah akan menolong apabila kita memohon dengan rida dan sabar.

2. Hikmah Sabar dalam Bertakwa kepada Allah
Takwa kepada Allah ialah menjalankan perintah dan menjauhi segala embargo Allah. Taat terhadap perintah Allah juga harus dilakukan dengan kesabaran. Demikian juga dalam ketaatan menjauhi embargo Allah, juga harus dengan kesabaran.
Untuk menggambarkan hal itu, seperti difirmankan oleh Allah dalam surat as-Shad ayat 44: “Kami dapati dia (Ayyub) seorang nan sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)”.
Dari ayat tersebut, dapat diambil pelajaran bahwa sabar merupakan karakter para nabi. Para nabi ialah hamba-hamba Allah nan agung, para pakar surga. Jadi, sifat sabar termasuk sifatnya para pakar surga.
Sungguh besar keutamaan atau hikmah sabar dalam Islam sebab sifat sabar merupakan sifatnya pakar surga. Dan, sinkron janji-Nya, Allah akan selalu bersama-sama orang nan sabar.

Senin, 14 Maret 2016

Biografi Syaikh Mishary Rasyid Al Afasy

 
Bagi kita yang hobi mendengar bacaan murottal Al Qur'an atau yang suka mendengar na
syid Arab Islami mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama dengan Mishary Alafasy. Selain karena keindahan suara dan bacaan Al Qur'annya, beliau juga di kenal sebagai nasyider (penyanyi nasyid).

Sheikh Mishary bin Rashid Al-Afasy Mishary Rashid Ghareeb atau Mohammed Rashed Al-Afasy adalah Qari Kuwait internasional baru, ia lahir di Kuwait pada 5 September 1976 (Minggu 11 Ramadhan 1396 H).
Ia belajar Quran di College of the Holly Quran dan Studi Islam di Universitas Islam Madinah (Kerajaan Arab Saudi), dalam spesialisasi 'sepuluh bacaan dan terjemahan Al-Qur'an ". Dia telah belajar qiro'ah Quran kepada Sheikh Ahmed Abdulaziz Al-Zaiat, Syekh Ibrahim Ali Shahata Al-Samanodei, dan Cheikh Abdurarea Radwan. Dia terkesan sejumlah ulama besar Quran. Juga, ia telah disertifikasi oleh sejumlah ulama dari Quran. Dia membuat penampilan sering di televisi. Banyak bacaan nya dapat juga ditemukan di YouTube atau MukminTV.
Sebenarnya Sheikh Mishary Al Afasy adalah Imam Masjid Al-Kabir (Grand Masjid) di Kuwait City, dan setiap Ramadhan ia menjadi imam Sholat Tarawih di Masjid ini.
Syekh Alafasy menikah dan memiliki dua anak perempuan dan satu putra. Dia juga dijuluki Abu Nora.


PRESTASI
Pada tanggal 25 Oktober 2008, Sheikh Mishary dianugerahi Oscar Kreativitas Arab pertama oleh Uni Kreativitas Arab di Mesir. Acara ini disponsori oleh Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Mousa Bapak sebagai pengakuan Sheikh Mishary Alafasy peran dalam mempromosikan prinsip-prinsip dan ajaran Islam memanfaatkan teknologi modern untuk menyampaikan pesan damai Islam.
Al Afasy memiliki 2 Ruang Saluran khusus dalam membaca Al-Quran, yang pertama adalah Alafasy TV dan Alafasy Q.

Pada 24 Maret 2007 Sheikh Mishary melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dan mengunjungi tiga masjid: Islamic Center di California Irvine, Islamic Institute of Orange County di California, dan ICD (Islamic Center of Detroit) di Michigan. Rekaman audio bacaan selama kunjungannya ke Amerika dapat ditemukan di situsnya, dan juga di YouTube atau MukminTV.

Pada September 2009, Sheikh Mishary melakukan perjalanan ke ICOI atau Pusat Islam Irvine, tetapi harus pergi lebih awal karena untuk keluarga darurat.
Pada bulan agustus 2009 Syaikh Alafasy merilis sebuah nasyid yang diberi nama "Ramadhan" dimana ia mengkombinasikan 3 bahasa. bahasa arab, inggris dan perancis dalam nasyid tersebut. Nasyid tersebut bisa anda simak di video ini:


iNFO PRIBADi
Nama: Mishari Bin Rashid Gharib Muhammad bin Rashid Alafasy

Kebangsaan: Kuwait

Tempat dan Tanggal lahir: Kuwait, Minggu, 11 Ramadhan 1396 H. - 5 Sep. 1976 M.

Keluarga: Ia menikah, memiliki dua putri dan satu putra. Ia disebut oleh Kunya - "Abu Rashid.

Study: College of the Holly Quran dan Studi Islam di Universitas Islam Madinah

Pekerjaan: Qari', Imam dan Khathib di Departemen Urusan Wakaf dan Islam di Kuwait, Imam Masjid Al-Kabir (Grand Masjid) di Kuwait City


PENGALAMAN HAFALAN
Beliau sudah menyetor dan memurojaah hafalan Al Qur'an beliau pada beberapa Syaikh, antara lain:

• Syaikh / Ahmed Bin Abd-AlAziz Azziat (Semoga Allah merahmatinya)

• Sheikh Ali Shehatah Ibraheem Al-Samannodi

• Sheikh Abd Al-Rafea Ridwan El-Sharqawy

• Sheikh Ahmed Al-Esa Moaserawy


diskrogafi

Album Nasyid  beliau hingga saat ini:
  1. Viper Eyes (Oyun A-'Afe'i)-1425-2004
  2. Lays Al-Gharib-1426-2005
  3. Yearning (Haniny)-1427-2006
  4. Young Heart (Qalby Shagir)-1428 - 2007
  5. Memories (Thekrayat)-1429 - 2008
  6. Anaqeed 1 - 1430 - 2009
  7. Anaqeed 2 - 1431 - 2010
  8. Daughters of Wind (Banaat Ar-Riih) - 1432 - 2011
  9. Hearts Be Merciful - (Tarahamy Ya Quluub) 1433 - 2012

Fatih Seferagic (Penghafal Al-Quran tampan asal Amerika)

Fatih Seferagic, Si Tampan yang Hafidz Qur’an dan Bersuara Indah


Siapa coba yang tidak kenal dengan Hafizh Al-Quran bersuara merdu yang berasal dari Amerika yaitu Fatih  Seferagic. Pemuda yang berusia 17 tahun sudah banyak membuat dunia islam gempar akan kefasihannya dalam membaca Al-Quran. Hayo para orangtua siapa yang pengin punya anak seperti ini?

Dialah pemuda itu. Hafiz Qur’an, bersuara indah dan tampan pula. Masyaallah.. Tinggal dan menetap di Amerika Serikat bukan menjadi alasan baginya untuk tidak menghafal AL-Qur’an. Akhi berkebangsaan  Bosnia ini lahir di Stuttgart, Jerman dan sekarang tinggal di Texas, AS. Pada umur 4 tahun ia pindah ke AS, tinggal di Arizona selama 3-4 tahun sebelum menetap di Baltimore, Maryland selama 7 tahun dimana ia memulai dan menuntaskan hafalan Al-Qurannya.
Sejatinya ia baru memulai menghafal Al-Qur’an pada usia 9 tahun dan menuntaskan hafalannya dalam 3 tahun, alias menjadi hafiz pada usia 12 tahun (catat! 12 tahun!). Ia melatih hafalannya itu di bawah bimbingan Syekh Qari Zahid dan Qari Abid.  Sekarang sambil sekolah, ia juga mengajar Al Qur’an dan menjadi ketua remaja mesjid Shaykh Yasir Birjas di Dallas, Texas.
Sungguh jarang ada pemuda yang seperti Fatih ini lohh. Negara adikuasa sepeti Amerika saja ada pemuda seperti ini. Padahal itu negara yang minoritas islam. Bagaimana dengan Indonesia yang islam menjadi agama mayoritas. malu apa engga tuhhh?

Biografi Nabi Muhammad SAW

Biografi Nabi Muhammad SAW

Advertisement
Siapa yang tidak mengenal Nabi Muhammad SAW, dialah pemimpin terbesar umat Islam sepanjang masa, dinobatkan sebagai tokoh nomor satu yang paling berpengaruh di dunia dibandingkan tokoh-tokoh lainnya yang pernah ada di dunia. Berikut biografi dan profil mengenai Nabi Muhammad SAW. Beliau berasal dari kabilah Quraisy, tepatnya keturunan Hasyim. Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthalib, cucu Hasyim. Ibunda beliau adalah Aminah binti Wahb yang berasal dari keturunan Bani Zuhrah, salah satu kabilah Quraisy. Setelah menikah, Abdullah melakukan pepergian ke Syam. Ketika pulang dari pepergian itu, ia wafat di Madinah dan dikuburkan di kota itu juga.

Setelah beberapa bulan dari wafatnya sang ayah berlalu, Nabi pamungkas para nabi lahir di bulan Rabi’ul Awal, tahun 571 Masehi di Makkah, dan dengan kelahirannya itu, dunia menjadi terang-benderang. Sesuai dengan kebiasaan para bangsawan Makkah, ibundanya menyerahkan Muhammad kecil kepada Halimah Sa’diyah dari kabilah Bani Sa’d untuk disusui. Beliau tinggal di rumah Halimah selama empat tahun. Setelah itu, sang ibu mengambilnya kembali.

Dengan tujuan untuk berkunjung ke kerabat ayahnya di Madinah, sang ibunda membawanya pergi ke Madinah. Dalam perjalanan pulang ke Makkah, ibundanya wafat dan dikebumikan di Abwa`, sebuah daerah yang terletak antara Makkah dan Madinah. Setelah ibunda beliau wafat, secara bergantian, kakek dan paman beliau, Abdul Muthalib dan Abu Thalib memelihara beliau. 


Pada usia dua puluh lima tahun, beliau menikah dengan Khadijah yang waktu itu sudah berusia empat puluh tahun. Beliau menjalani hidup bersamanya selama dua puluh lima tahun hingga ia wafat pada usia enam puluh lima tahun.

Diangkat Menjadi Nabi di Usia 40 Tahun
Pada usia empat puluh tahun, beliau diutus menjadi nabi oleh Allah. Ia mewahyukan kepada beliau al-Quran yang seluruh manusia dan jin tidak mampu untuk menandinginya. Ia menamakan beliau sebagai pamungkas para nabi dan memujinya karena kemuliaan akhlaknya.

Beliau hidup di dunia ini selama enam puluh tiga tahun. Menurut pendapat masyhur, beliau wafat pada hari Senin bulan Shafar 11 Hijriah di Madinah.
Bukti Kenabian Rasulullah saw. Secara global, kenabian seorang nabi dapat diketahui melalui tiga jalan:
  • Pengakuan sebagai nabi. 
  • Kelayakan menjadi nabi. 
  • Mukjizat. 
Pengakuan Sebagai Nabi
Telah diketahui oleh setiap orang bahwa Rasulullah saw telah mengaku sebagai nabi di Makkah pada tahun 611 M., masa di mana syirik, penyembahan berhala dan api telah menguasai seluruh dunia. Hingga akhir usia, beliau selalu mengajak umat manusia untuk memeluk agama Islam, dan sangat banyak sekali di antara mereka yang mengikuti ajakan beliau itu.

Kelayakan Menjadi Nabi
Maksud asumsi di atas adalah seorang yang mengaku menjadi nabi harus memiliki akhlak dan seluruh etika yang terpuji, dari sisi kesempurnaan jiwa harus orang yang paling utama, tinggi dan sempurna, dan terbebaskan dari segala karakterisitik yang tidak terpuji. 


Semua itu telah dimiliki oleh Rasulullah saw. Musuh dan teman memuji beliau karena akhlaknya, memberitakan sifat-sifat sempurna dan kelakuan terpujinya dan membebaskannya dari setiap karakterisitik yang buruk.

Kesimpulannya, akhlak beliau yang mulia, tata krama beliau yang terpuji, perubahan dan revolusi yang beliau cetuskan di seanterao dunia, khususnya di Hijaz dan jazirah Arab, dan sabda-sabda beliau yang mulia berkenaan dengan tauhid, sifat-sifat Allah, hukum halal dan haram, serta nasihat-nasihat beliau telah membuktikan kelayakan beliau untuk menduduki kursi kenabian, dan setiap orang yang insaf tidak akan meragukan semua itu.
Mukjizat

Mukjizat dapat disimpulkan dalam lima hal:
  1. Mukjizat akhlak. 
  2. Mukjizat ilmiah. 
  3. Mukjizat amaliah. 
  4. Mukjizat maknawiyah. 
  5. Mukjizat keturunan. 
Mukjizat Akhlak
Sejak masa muda, Nabi Muhammad saw telah dikenal dengan kejujuran, amanat, kesabaran, ketegaran, dan kedermawanan. Dalam kesabaran dan kerendahan diri beliau tidak memiliki sekutu dan dalam kemanisan etika beliau tak tertandingi. “Sesungguhnya engkau berada di puncak akhlak yang agung.” 


Dalam memaafkan, beliau tak ada taranya. Ketika mendapatkan gangguan dan cemoohan masyarakatnya, beliau hanya berkata اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ “Ya Allah, ampunilah kaumku, karena mereka tidak mengetahui.”Beliau selalu mengharapkan kebaikan seluruh umat manusia, penyayang dan belas-kasih terhadap mereka. “Ia belas-kasih dan pengasih terhadap Mukminin.”

Beliau tidak pernah menyembunyikan keceriaan wajah terhadap para sahabat dan selalu mencari berita tentang kondisi mereka. Beliau selalu memberikan tempat khusus kepada orang-orang baik di sisi beliau. Orang yang paling utama di sisi beliau adalah orang yang dikenal dengan kebajikanya terhadap Muslimin dan orang yang termulia adalah orang yang lebih bertindak toleran dan tolong-menolong terhadap umat Islam.

Beliau tida pernah duduk dan bangun (dari duduk) kecuali dengan menyebut nama Allah dan mayoritasnya, beliau duduk menghadap ke arah Kiblat. Beliau tidak pernah menentukan tempat duduk khusus bagi dirinya. Beliau memperlakukan masyarakat sedemikian rupa sehingga mereka merasa dirinya adalah orang termulia di sisi beliau. Beliau tidak banyak berbiacara dan tidak pernah memotong pembicaraan seseorang kecuali ia berbicara kebatilan.

Beliau tidak pernah mencela dan mencerca seseorang. Beliau tidak pernah mencari-cari kesalahan orang lain. Budi pelerti beliau yang menyeluruh telah meliputi seluruh umat manusia. Beliau selalu sabar menghadapi perangai buruk bangsa Arab dan orang-orang yang asing bagi beliau. Beliau selalu duduk di atas tanah dan duduk bersama orang-orang miskin serta makan bersama mereka.

Dalam makan dan berpakaian, beliau tidak pernah melebihi rakyat biasa. Setiap berjumpa dengan seseorang, beliau selalu memulai mengucapkan salam dan berjabat tangan dengannya. Beliau tidak pernah mengizinkan siapa pun berdiri (untuk menghormati)nya. Beliau selalu menghormati orang-orang berilmu dan berakhlak mulia. Dibandingkan dengan yang lain, beliau lebih bijaksana, sabar, adil, berani dan pengasih.

Beliau selalu menghormati orang-orang tua, menyayangi anak-anak kecil dan membantu orang-orang yang terlantar. Sebisa mungkin, beliau tidak pernah makan sendirian. Ketika beliau meninggal dunia, beliau tidak meninggalkan sekeping Dinar dan Dirham pun.

Keberanian beliau sangat terkenal sehingga Imam Ali as pernah berkata: “Ketika perang mulai memanas, kami berlindung kepada beliau.”

Rasa memaafkan beliau sangat besar. Ketika berhasil membebaskan Makkah, beliau memegang pintu Ka’bah seraya bersabda (kepada musyrikin Makkah): “Apa yang kalian katakan dan sangka sekarang?” Mereka menjawab: “Kami mengatakan dan menyangka kebaikan (terhadapmu). Engkau adalah seorang pemurah dan putra seorang pemurah.

Engkau telah berhasil berkuasa terhadap kami. Engkau pasti mampu melakukan apa yang kau inginkan.” Mendengar pengakuan mereka ini, hati beliau tersentuh dan menangis. Ketika penduduk Makkah melihat kejadian itu, mereka pun turut menangis. Setelah itu beliau bersabda: “Aku mengatakan seperti apa yang pernah dikatakan oleh saudaraku Yusuf bahwa ‘Tiada cercaan bagi kalian pada hari ini. Allah akan mengampuni kalian, dan Ia adalah Lebih Pengasih dari para pengasih’.” (QS. Yusuf: 92)

Beliau memaafkan seluruh kriminalitas dan kejahatan yang pernah mereka lakukan seraya mengucapkan sabda beliau yang spektakuler: “Pergilah! Kalian bebas.”

Mukjizat Ilmiah
Dengan merujuk kepada buku-buku yang memuat sabda, pidato dan nasihat-nasihat beliau secara panjang lebar, mukjizat ilmiah beliau ini dapat dipahami dengan jelas.

Mukjizat Amaliah
Dapat diakui bahwa seluruh perilaku beliau dari sejak lahir hingga wafat adalah sebuah mukjizat. Dengan sedikit merenungkan kondisi dan karakteristik masyarakat Hijaz, khususnya masyarakat kala itu, kemukjizatan seluruh perilaku beliau akan jelas bagi kita. Beliau bak sebuah bunga yang tumbuh di ladang duri.

Beliau tidak hanya tidak terpengaruh oleh karakteristik duri-duri itu, bahkan beliau berhasil merubahnya. Beliau tidak hanya terpengaruh oleh kondisi kehidupan masyarakat kala itu, bahkan beliau berhasil mempengaruhi gaya hidup mereka.

Dalam kurun waktu dua puluh tiga tahun, beliau telah berhasil melakukan empat pekerjaan besar dan fundamental meskipun banyak aral melintang dan problema yang melilit. Masing-masing pekerjaan itu dalam kondisi normal semestinya memerlukan usaha bertahun-tahun untuk dapat tegak berdiri sepanjang masa. Keempat pekerjaan besar itu adalah sebagai berikut:

Pertama, berbeda dengan keyakinan-keyakinan yang sedang berlaku pada masa beliau, beliau membawa sebuah ajaran yang bersifat Ilahi. Sebuah ajaran yang pernah disampaikan oleh para nabi pendahulunya. Sebagai penutup para Nabi, beliau telah berhasil menciptakan banyak orang beriman kepada agama tersebut sehingga sampai sekarang pun pengaruh spiritual beliau masih kuat tertanam di dalam lubuk hati ratusan juta pengikutnya.

Menjadikan seseorang taat adalah sebuah pekerjaan yang mudah. Akan tetapi, menundukkan hati masyarakat, itu pun sebuah masyarakat fanatis dan bodoh tanpa syarat dan menjadikan mereka taat dari lubuk hati bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah.

Kedua, dari kabilah-kabilah berpecah-belah yang selalu saling bermusuhan dan memiliki hobi berperang, beliau berhasil sebuah umat yang satu dan menjalin persaudaraan, persamaan, kebebasan dan kesatun kalimat dalam arti yang sebenarnya di antara mereka.

Setelah beberapa tahun berlalu, beliau berhasil membentuk sebuah umat yang bernama umat Muhammad saw. Hingga sekarang umat ini masih eksis dan terus bertambah.

Ketiga, di tengah-tengah kabilah yang berpecah-belah, masing-masing memiliki seorang pemimpin, biasa melakukan pekerjaan secara tersendiri dan tidak pernah memiliki sebuah pemerintahan yang terpusat itu, beliau berhasil membentuk sebuah pemerintahan yang berlandaskan kepada kebebasan dan kemerdekaan yang sempurna.

Dari sisi kekuatan dan kemampuan, pemerintahan ini pernah menjadi satu-satunya pemerintahan mutlak di dunia setelah satu abad berlalu.

Beliau pernah menulis enam surat dalam satu hari kepada para raja penguasa masa itu dan mengajak mereka untuk memeluk Islam, raja-raja yang menganggap diri mereka berada di puncak kekuatan dan meremehkan kaum Arab.  Ketika surat beliau sampai ke tangan raja Iran dan melihat nama beliau disebutkan di atas namanya, ia marah seraya memerintahkan para suruhannya untuk pergi ke Madinah dan membawa Muhammad ke hadapannya.

Ya! Para raja itu berpikir bahwa bangsa Arab adalah sebuah bangsa yang tidak akan menunjukkan reaksi apa pun di hadapan pasukan kecil seperti bala tentara Habasyah. Bahkan, mereka akan lari tunggang-langgang meninggalkan Makkah dan kehidupan mereka, serta berlindung ke gunung-gunung. Mereka tidak dapat memahami bahwa bangsa Arab telah memiliki seorang pemimpin Ilahi dan mereka bukanlah bangsa Arab yang dulu lagi.

Keempat, dalam kurun waktu dua puluh tiga tahun, beliau telah menetapkan dan menunjukkan sederetan undang-undang yang mencakup seluruh kebutuhan umat manusia. Undang-undang ini akan tetap kekal hingga hari Kiamat, dan mempraktikkannya dapat mendatangkan kebahagiaan umat manusia.

Undang-undang ini tidak akan pernah layu. “Kehalalan Muhammad adalah halal selamanya hingga hari Kiamat dan keharamannya adalah haram selamanya hingga hari Kiamat.” Undang-undang ini akan selamanya hidup kekal. Di hauzah-hauzah ilmiah selalu dibahas dan didiskusikan oleh para fuqaha besar dalam sebuah obyek pembahasan fiqih, Furu’uddin dan kewajiban amaliah.
Advertisement
Mukjizat Ma’nawiyah
Mukjizat abadi beliau adalah al-Quran yang telah turun kepada beliau dalam kurun waktu dua puluh tiga tahun, dan dari sejak saat itu hingga sekarang selalu mendapatkan perhatian dan penelaahan dari berbagai segi oleh seluruh masyarakat dunia.

Kitab ini berhasil membangkitkan rasa heran para ilmuan dan sepanjang masa masih memiliki kekokohan dan kedudukannya yang mulia. Kitab ini terselamatkan dari segala bentuk tahrif, pengurangan dan penambahan. Ratusan tafsir dan buku tentang hakikat arti dan kosa katanya telah ditulis. Allah telah menjamin keterjagaannya dalam firman-Nya:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ 
..Kami-lah yang telah menurunkan al-Quran ini dan Kami pulalah yang akan menjaganya.
Mukjizat Keturunan
Salah satu mukjizat beliau yang lain adalah keturunan suci beliau yang terjaga dari dosa. Hanya kedudukan tinggi kenabianlah yang mampu menghaturkan putri-putri dan para imam ma’shum seperti ini kepada masyarakat. Seseorang yang sadar dengan memperhatikan ilmu, kehidupan, ucapan dan perilaku Ahlubait as akan mengakui bahwa setiap dari mereka, sebagaimana al-Quran, adalah dalil tersendiri atas kenabian Rasulullah saw.

Seandainya tidak ada dalil lain untuk membuktikan kenabian Rasulullah saw kecuali keberadaan keturunan semacam itu, hal itu sudah mencukupi dan hujjah sudah sempurna. Pembahasan panjang-lebar tentang masalah ini tidak relevan untuk kesempatan pendek ini.

KARAKTER DAN KEUTAMAAN RASULLULLAH SAW
Salah satu karekter rasulullah saw yang paling menonjol adalah kemenangan tidak menjaga kan dia bangga hal ini bisa kita lihat diperang badar dan pembebasan kita makkah(fathu makkah) dan kekalahan tidak membuat dia putus asa dapat kita lihat pristiwa perang uhud bahkan dengan cekatan is mempersiapkan pasukan baru untuk menghadapi hamru"ul asad dan pengingkari perjanjian yang dilakukan kaum yahudi bani quraizah ,dan kewaspadaan beliau,selalu mengedek kekuatan musuh dengan teliti dan mempersiapkan segalanya.

Dia memperlakukan kaum dan pengikutnya dengan tujuan mempererat silaturrahmi dan selalu menamamkan rasa percaya diri dalam mereka is selalu mengasihi anak anak kecil dan mengayomi mereka.berbuat baik dengan fakir miskin dan terhadap hewan dia selalu menanamkan rasa kasih sayang dan melarang untuk menyakiti binatang.

Salah satu contoh rasa prikemanusian rasul saw adalah ketika mengutus pasukan untuk berperang dengan musuh dia selalu berpesan tidak boleh menyerang kaum sipil,dia lebih memilih damai terhadap musuh dari pada berperang ketika berperang dia berpesan tidak boleh membunuh lanjut usia anak kecil perempuan dan mengniaya musuh yang sudah tidak berdaya.

Ketika kaum quraisi minta suaka politik kepadanya ia tidak memberlakukan baikot ekonomi bahkan ia menyepakati import gandum dari yaman  Ia juga menyerukan realisasikan sebuah perdamaian dunia dan melarang peperanga kecuali hal yang darurat

USAHA RASULULLAH SAW DALAM MEMBENTUK MASYARAKAT DAN BERPRIKEMANUSIAN
Kedatangan Rasul adalah sebuah rahmat bagi manusia semuanya is tidak pernah membedakan seseorang pun baik itu kulit putih atau kulit hitam dan dari suku bangsa mana, karena semua manusia itu makan dari rizki Allah SWT yang diberikan. Rasulullah SAW mengajak manusia untuk
  • Meningkatkan harkat martabat manusia ia bersabda semua manusia berasil dari adam dan ia berasal dari tanah 
  • Mengajak damai sebelum perang 
  • Memaafkan sebelom membalas 
  • Mempermudah seseorang sebelom membalas perbuatan 
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa peperangan yang dilaksanakan bertujuan untuk merealisasikan tujuan tujuan insani yang agung dan menuju kepada tatanan masyarakat yang berprikemanusian.

Ia telah membuktikan bahwa dirinya adalah sebuah rahmat bagi manusia dan alam semesta peristiwa itu bisa dilihat dari pembebasan kota makkah dangan segala kemenangan yang telah digapai saat itu ia tetap berbuat baik dengan musuh dan enggan untuk membalas dendam padahal ia dapat melaksanakan ia pernah memaafkan mereka dengan sabda"pergilah kalian karma kalian sekarang sudah bebas pada waktu perang dzatur riqa dia berasil menangkap pemimpin gauts bin al harits yang berusaha beberapa kali membunuh beliau akan tetapi tetap dimaafkan.

Beliau memperlakukan tawanan perang dengan baik ,ia telah membebaskan seorang tawanan perang dengan tangan dia sendiri disaat ia mendengar keluhan rasa sakit tangannya diikat.

RASUL SEBAGAI PANGLIMA PERANG
Kita bisa lihat keberasilan beliau dalam memenangkan peperangan dan menciptakan perdamaian dan mengujudkan manusia yang berakhlak dan memimpin pasukan dengan gagah berani

TATA KRAMA BERGAUL
Beliau tidak pernah sombong dalam pergaulan selalu tersenyum berbuat baik sesame manusia selalu menyenguk orang sakit tidak pernah memotong pembicaraan lawan tidak pernah mengangap dirinya mulia dari teman yang diajak bicara.Masih banyak lagi sipat2 rasul yang kita bisa dapat teladani.. mudah2an kita bisa dapat meniru akhlak rasulullah amin....

Detik-detik Sakaratul Maut Rasulullah SAW
Inilah bukti cinta yang sebenar-benarnya tentang cinta, yang telah dicontohkan Allah SWT melalui kehidupan Rasul-Nya.

Pagi itu, meski langit mulai menguning di ufuk timur, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya. Rasulullah dengan suara lemah memberikan kutbah terakhirnya,
Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.

Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.

Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.

Siapakah itu wahai anakku?
Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.

Fatimah menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut telah datang menghampiri. Rasulullah pun menanyakan kenapa Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.

Tapi, semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasul lega, matanya masih penuh kecemasan dan tanda tanya.

Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.

Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, sepeninggalanku?

Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril meyakinkan.

Detik-detik kian dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini.” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah mengaduh.

Fatimah hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Ali yang duduk di sampingnya hanya menundukan kepalanya semakin dalam. Jibril pun memalingkan muka.

Jijikkah engkau melihatku, hingga engkau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril sambil terus berpaling.

Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.

Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,” pinta Rasul pada Allah.

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali pun segera mendekatkan telinganya.

Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran kemuliaan itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya. Seperti Allah dan Rasul mencintai kita semua. mudah mudahan kita berusaha untuk bisa menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai huswatun hasanah dalam kehidupan kita amin. Itulah sepenggal kisah mengenai biografi Nabi Muhammad SAW semoga menjadi informasi yang bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Sejarah Perang Tabuk

Perang Tabuk


Sejarah Perang Tabuk menjadi sejarah peperangan terakhir yang diikuti oleh Rasulullah SAW. Rasulullah memimpin langsung perang yang terjadi pada 630 M atau 9 H antara tentara Muslim dan pasukan Bizantium (Romawi Timur). Pada perang ini lah umat Islam diuji, apakah mereka mau bersatu untuk berperang membela agama Allah, atau malah menikmati kekayaan yang saat itu sedang mereka rasakan.

Pasukan Binzantium awalnya percaya diri dengan 100 ribu pasukan lebih. Hal ini membuat Rasulullah SAW menurunkan 30 ribu pasukan. Jumlah ini menjadi jumlah pasukan terbanyak yang dilalui Nabi sepanjang perang.

Para sahabat lalu menyumbangkan hartanya untuk perang kali ini. Utsman Bin Affan menyedekahkan 900 Unta, 100 kuda dan 1000 Dinar. Abdurahman bin Auf yang menyumbang 200 uqiyah perak, yang satu uqiyah sama dengan 40 dirham, tak lupa Umar Bin Khattab yang menyumbang setengah hartanya, juga Abu Bakar yang seluruh hartanya untuk peperangan ini.

Ternyata ada saja kaum munafik yang saat itu memilih untuk tetep tinggal di Madinah yang saat itu sedang menikamati panen raya. Akhirnya yang tinggal adalah kaum munafik, orang-orang udzur, wanita, anak-anak dan sebagian kecil sahabat yang tak mendapatkan tunggangan padahal mereka sangat ingin berperang. Tiga sahabat Rasulullah juga memilih untuk tinggal menikmati kenikmatan dunia ketimbang ikut berperang. Salah satunya adalah Ka’ab Bin Malik.

Perjalanan untuk menempuh perang pun dimulai. Rasulullah SAW dan pasukan kemudian meninggalkan Madinah menuju Tabuk yang wilayahnya berjarak 800 km dari Madinah. Perjalanan ini memakan waktu hingga 20 hari. Medan yang mereka lakoni juga sangat sulit. Selain keterbatasan bahan makanan, kaum muslimin juga harus menghadapi panasnya gurun pasir yang diatas rata-rata. Perang  ini bahkan dijuluki “Pasukan Jaisyul Usrah” yang artinya pasukan yang dalam keadaan sulit.

Sesampainya di Tabuk, Rasulullah SAW tidak menemukan satu pun kaum musrikin. Romawi dan sekutunya merasa takut dan kuatir setelah mendengar Rasulullah SAW menggalang pasukan. Mereka berpencar ke batas-batas wilayahnya.

Rasulullah SAW menghabiskan 10  hari Tabuk. Namun Ia tidak tinggal diam begitu saja, ekspedisi ini dimanfaatkan Nabi Muhammad SAW untuk mengunjungi kabilah-kabilah yang ada di sekitar Tabuk dan menyebarkan ajaran Islam.

Rasulullah SAW didatangi oleh Yuhanah bin Rubbah dari Ailah untuk menawarkan perjanjian perdamaian dengan beliau dan siap menyerahkan jizyah kepada beliau. Rasulullah menulis selembar surat perjanjian dan memberikan kepada mereka yang kemudian mereka pegang. Akhirnya peperangan pun tidak jadi terjadi. Setelah 30  hari meninggalkan Madinah, akhirnya umat Islam kembali tanpa terjadi peperangan.

Masih banyak perang lainnya yang juga diikuti Rasulullah dan sahabat. Perang-perang ini menggambarkan bagaimana semangat para mujahidin untuk menegakkan agama Allah.

Berikut video Perang Tabuk :


Selasa, 20 Oktober 2015

Aplikasi Al-Quran

                                                                    Download disini

Aplikasi yang sangat bagus bagi para pendengar ayat suci Al-Quran. 

Sabtu, 03 Oktober 2015

Tanda iman mulai melemah


1. Sering melakukan perbuatan dosa tetapi tidak merasa bersalah.
2. Enggan atau malas melakukan perbuatan baik.
3. Sering lupa bahkan sengaja untuk tidak beribadah.
4. Lidah terasa berat untuk berdzikir.
5. Hatinya cepat terusik dan cepat marah.
6. Tidak suka diatur namun terkadang senang mengatur.
7. Pandai menyembunyikan sesuatu yang tidak baik.
8. Lebih memilih berbohong dari pada rahasia buruknya terbongkar.
9. Tidak senang apabila temannya mendapatkan keberuntungan.
10. Merasa dirinya paling hebat dan suka merendahkan orang lain.
11. Terlalu senang memikirkan urusan duniawi.
12. Merasa dirinya paling benar, apabila salah tidak mau diperingatkan.
13. Biasanya bersikap serakah.
14. Bersikap sombong dan tidak mau menyapa sesama.
15. Memakan riba.

Sabtu, 26 September 2015

Cara mudah menghafal Al-Quran


Assalamu'alaikum wr.wb.
Hadirin yang berbahagia dan dimuliakan oleh Allah. Sebelum kita membahas tema pada kesempatan ini, alangkah lebih baik kita mengulas sedikit tentang Al-Quran.

Al-Quran adalah kitab suci umat islam yang berisi firman-firman Allah. Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara malaikat Jibril, yang kemudian oleh Nabi Muhammad Saw disampaikan kepada kita selaku umatnya.

Al-Quran terdiri dari 30 juz, 114 surat, dan 6666 ayat. Surat yang pertama dalam Al-Quran yaitu surat Al-Fatihah yang terdiri dari 7 ayat, dan surat yang terakhir adalah surat An-Nas yang terdiri dari 6 ayat.

Langsung pada tema..
Kita tahu bahwa pada saat ini sudah banyak orang yang menjadi qari pada usia muda, bahkan menjadi penghafal Al-Quran. Tentunya dengan kefasihan dan suara yang merdu hingga menggetarkan jiwa. Siapa yang tidak ingin seperti itu? Semua pasti ingin seperti itu.

Berikut adalah beberapa cara agar dapat dengan mudah menghafal Al-Quran :

1. Rajin dan tekunlah untuk selalu melaksanakan ibadah sholat 5 waktu. Alangkah lebih baik ditambahkan dengan sholat sunah lainnya seperti sholat tahajjud, sholat duha, sholat witir, dll.
Jangan lupa wirid dan dzikir kemudian disambung dengan doa sesudahnya.

2. Bacalah Al-Quran setiap selesai melaksanakan sholat. Untuk yang belum lancar membaca Al-Quran disarankan membaca secara perlahan asalkan tajwid yang dibaca benar.

3. Kita tahu bahwa daya hafal seseorang berbeda. Oleh karena itu ketika ingin menghafal hendaklah menghafal secara sistematis, yaitu tentukan terlebih dahulu ingin menghafal langsung satu surat atau membaginya menjadi beberapa tahap. Misalnya anda ingin menghafal surat An-Naba (40 ayat). Dalam menghafal surat An-Naba saya membaginya menjadi 3 tahap, yaitu ayat 1-16, ayat 17-30, dan ayat 31-40.

4. Sebelum mulai menghafal, sebaiknya anda mempunyai rekaman dari surat tersebut. Dengarkanlah rekaman tersebut saat anda sedang bersantai seperti sedang istirahat atau sebelum tidur. Bolehlah sekali dua kali mendengarkan sambil membuka Al-Quran agar lebih paham tajwidnya. Lakukanlah hal ini sesering mungkin. Karena nanti otak anda akan menerima bayangan-bayangan dari setiap ayat yang anda dengarkan dari surat tersebut.

5. Kemudian mulailah menghafal pada waktu yang tepat untuk menghafal, contohnya seperti pada waktu menjelang subuh hingga terbitnya matahari. Mengapa demikian? Karena pada waktu itu otak manusia berfungsi dengan baik dan juga masih sangat segar untuk berfikir dan menghafal. Bisa juga dengan tidak menghafal, yaitu dengan memahami dan membacanya berulang-ulang.

6. Eiittt, jangan lupa menghafalnya bertahap seperti surat An-Naba tersebut, setelah semua sudah hafal cobalah untuk mengulangi hafalan anda dari awal hingga akhir. Untuk surat pendek tidak perlu bertahap jika memang anda mampu. Karena semua kembali kepada daya hafal tiap orang.

7. Jangan lupa sebelum menghafal berdoalah terlebih dahulu agar diberi kemudahan saat menghafal, dan saat menghafal hanya terfokus pada apa yang anda hafalkan. Lillahi ta'ala...

Semoga bermanfaat....

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Biografi lengkap Fernanda Eko Aprilianto

Terlahir dari milyaran insan di dunia, di tengah panasnya terik mentari usai sholat jumat dilaksanakan. Inilah anak yang bernama Fernanda Eko Aprilianto dilahirkan.

Terlahir pada tanggal 7 April 2000 dalam keadaan normal tanpa cacat suatu apapun. Anak beragama islam ini adalah anak pertama dari kedua bersaudara, dengan adiknya Fernando Dwi Putra Septiano yang berumur 9 tahun (2015).

Anak dari pasangan Agus Supriyatno dan Armah ini terkadang mengisi waktu luang dengan mengisi TTS (teka-teki silang) yang bertujuan untuk mengasah otaknya, karena itu merupakan salah satu dari hobinya. Selain itu ia juga hobi mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran.

Anak yang saat ini duduk di bangku kelas 1 SMA N Banyumas ini adalah anak yang aktif dalam kegiatan sekolah, baik dibidang akademik maupun non akademik. Dibidang akademik ia sudah sering mengikuti berbagai macam lomba sewaktu berada di bangku Sekolah Dasar. Seperti Olimpiade Matematika, LCC, dokter kecil, Popda, dll. Dibidang non akademik ia juga sudah mulai mengenal dunia kepramukaan, ia aktif di dalamnya dengan mengikuti berbagai macam lomba kepramukaan dan menyumbangkan piala bersama dengan kawan-kawannya.

Memasuki Sekolah Menengah Pertama ia selalu mendapatkan peringkat di kelasnya, dan prestasi terbaik diraih saat ia mendapatkan peringkat ke 7 paralel di sekolahnya. Masih dibidang pramuka ia semakin menjadi-jadi, ia selalu mengikuti kegiatan pramuka di sekolah dan juga selalu mengikuti lomba yang berkaitan dengan kepramukaan. beberapa piala juga banyak yang disumbangkan olehnya dan juga teman-temannya.